Minggu, 18 Januari 2009

Sambung menyambung menjadi satu itulah indonesia

Sambung menyambung menjadi satu itulah indonesia.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Permisi bapak sopir, permisi bapak kondektur permisi para penumpang. Mohon maaf jika kehadiran kami mengganggu perjalanan anda. Kami para seniman jalanan kota Solo tak henti-hentinya memberikan sajak-sajak untuk menghibur perjalanan anda. Yang pertama adalah sebuah puisi, sebuah karya fenomenal dari Chairil Anwar yang berjudul "Jika"

Jika kematian adalah akhir dari segala, maka dengannya ku akan bahagia Jika kematian adalah awal dari segala, maka dengannya luruhlah air mata Jika kematian adalah akhir dari sua, maka ku lepas ia dengan luka Jika kematian adalah awal dari jumpa, maka ku sambut ia dengan segenap cinta

Sekian dari kami, sekali lagi kami ucapkan mohon maaf apabila kehadiran kami kurang berkenan di hati anda.Tak lupa kami ucapkan Terima kasih atas bunga-bunga sosial dari anda. Ikhlas dari anda halal bagi kami

Salam damai, salam budaya Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Kamis, 15 Januari 2009

Lha kok ....

Lagi lagi isenk-isenk baca koran ada suatu artikel yang cukup menarik yaitu tentang hasil rapat para Ulama NU yang mengharamkan mengatasnamakan NU dalam berpolitik. Tentu saja hal membawa angin segar bagi masyarakat Islam di Indonesia, dimana NU adalah suatu organisasi Islam yang sangat besar di Indonesia. Jangan dicemari dengan kepentingan kepentingan politik oknum-oknum tertentu dengan memanfaatkan kebesaran nama NU untuk mendapat suara sebanyak-sebanyak.

Melihat judulnya, tak kira akhirnya akan muncul kata-kata : biarkan warga NU memilih partai bebas sesuai apa yang dipercayainya atau suatu kata-kata: seharusnya partai yang ngikut ulama bukan ulama yang ngikut partai. Tapi kok dari salah satu (katanya) ulama, di akhir tulisan berkata "Kita harus memilih PKB, karena PKB lah yang mencerminkan NU dan akan melahirkan pemimpin-pemimpin dari NU"

Lha kok ......

Budaya Indonesia

Isenk-isenk baca koran ada suatu artikel yang menarik yaitu Tentang mahasiswi asing yang belajar di Indonesia. Mahasiswi dari Jerman yang belajar di jurusan Antropologi STAIN- Salatiga ini mengaku lama-kelamaan sudah bisa beradaptasi dan betah tinggal di Indonesia, termasuk makanannya dan budaya Islam di indonesia bagaimana cara menyambut tamu. Namun ada satu yang tidak ia sukai terhadap budaya Indonesia, yaitu budaya jam karet.

Ha ha memang parah budaya jam karet di Indonesia, pengalaman kuliah jarang ada yang tepat waktu kecuali jamnya Pak Rully, di KISI pun padahal hampir di setiap syuro(rapat) saya selalu bilang jangan molor, tapi tetap saja molor 1/2-1 jam. Huuuhhh sampai kesel aku. Bahkan dalam mengkonsep acarapun bisa menggunakan jam karet, bila acaranya jam 8 bilang saja suruh datang jam 7, 1 jam buat resiko kalo molor.

Pengalaman juga mengikuti Rekruitment Karyawan dari perusahaan asing di kampus, mereka selalu tepat waktu, di pengumumuman ditulis jam 10 maka jam 10 pas acara sudah dimulai, masalah. waktu untuk registrasi sudah harus menjadi kesadaran sendiri bagi pelamar yaitu bila tidak ingin ketinggalan harus datang sebelum waktunya. Tapi suatu ketika ada perusahaan asing yang menerapkan jam karet, sebenarnya acaranya jam 10 tapi dibilang jam setengah 10, karena tidak ingin terlambat maka aku mesti datang jam 9. Setelah tiba ternyata jam 9 masih ndak ada panitia sama sekali, baru jam setengah 10 ada sedikit yang datang untuk menyiapkan registrasi baru jam 10 dimulai. Setelah saya selidiki ternyata bukan dari pihak perusahaannya yang bilang jam setengah 10 tapi dari pihak SAC ITS. Aduuhh sialan apa dikiranya kami ini anak kecil yang tidak bisa ngatur waktunya sendiri.

Jam karet.. jam karet, kapan Indonesia bisa terbebas dari jeratan jam karet.

Kamis, 08 Januari 2009

Maklumat

Pada hari ini tanggal sembilan januari dua ribu sembilan, kami tetapkan tonsul.blogspot.com sebagai blog baru punya asul. Untuk lebih jelasnya tentang asul, kunjungi aja blog kami yang masih aktif kami rawat dengan baik di suul.multply.com

Demikian, atas perhatian dan kunjunganya kami ucapkan, jazakumullahu khoiron katsiro
end main