Kamis, 19 Februari 2009

Maaf dan Terima Kasih

Ini adalah suatu kisah yang sangat berkesan waktu masih duduk di Bangku SMA, pengalaman di clatu sama cewek *cantik lagi*. Singkat cerita sewaktu si Pemuda yang berasal dari kota dengan semboyannya "Beriman" ini masih muda, secara tidak sengaja melempar kertas mengenai seorang cewek yang duduk di belakang samping kirinya. Sebut saja bunga (bukan nama sebenarnya). Si pemuda yang pendiam ini tetap diam saja walau sepatah kata. Secara spontan keluarlah sebuah kata mutiara dari si Bunga yang selalu terngiang sampai sekarang di telinga si Pemuda "Orang yang nggak pernah bilang minta maaf dan terima kasih itu orang yang Sombong namanya"

Duarr...., seolah disambar petir, satu kalimat dari Bunga cukup mengena di hati si Pemuda. Si Pemuda tidak marah, justru malah bersyukur ada orang yang mau dengan jujur mengoreksi kekurangannya. Sampai detik ini pun si Pemuda ini selalu belajar untuk terbiasa bilang maaf dan terima kasih kepada semua orang dari lidahnya yang kaku. Apalagi "Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat biji dzarroh"

Sebuah kata yang simple tapi cukup bermakna.

Rabu, 18 Februari 2009

Yang paling berkesan waktu kuliah

Ngomong-ngomong waktu kuliah terlalu banyak hal yang dapat diceritakan, namun yang ini lain dari pada yang lain. Dan akhirnya terpilihlah sebagai Juara 1 hal yang paling berkesan sewaktu si Pemuda yang masih sekota dengan Ponari ini menikmati bangku kuliah. Apakah itu?, begini ceritanya.

Al-kisah suatu ketika si Pemuda ini akan memasuki semester 5 di jurusan Sistem Informasi - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, di dalam Majelis Akbar Kajian Islam Sistem Informasi ia dipilih sebagai ketua umum untuk periode tahun 2006/2007. Tak lama berselang sewaktu masuk waktu pengisian FRS yang merupakan kepanjangan dari Form Rencana Studi, terdengarlah hingar bingar bahwa semua Mahasiswa wali bapak Rully Soelaiman S.Kom M.Kom tidak boleh aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus.

Merasa bahwa termasuk dalam kategori Mahasiswa Wali Pak Rully, jantung pemuda ini berdegup tak karuan. Kemudian si pemuda ini memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen walinya langsung untuk mendapatkan keterangan dari beliau secara langsung. Setelah bertemu betapa teramat jelas keterangan beliau dengan mengatakan "SAYA TIDAK MAU KETEMU KAMU SEBELUM KAMU DATANG DENGAN BERSAMA KETUA KISI YANG BARU", biuhh. Merasa seperti disambar gledek dari suatu perkataan yang tidak bisa ditawar lagi, memang sih ada sedikit rasa malu "apa kata dunia, jadi ketua cuma sebulan saja sebelum ada kegiatan yang berhasil dilaksanakan sama sekali" tapi suatu yang lebih penting adalah "Apa kata dunia kalau KISI mudah diombang-ambingkan".

Berhati-hati untuk tidak bertindak gegabah, minta saran dari mas Priza, Bu I'in sampai pak Ary yang dulu juga mahasiswa walinya Pak Rully, pada intinya semua tidak menyarankan Pemuda ini untuk mundur, sampai juga pada rapat di KISI untuk membahas masalah ini si Pemuda ini hanya bisa bilang "Saya siap Maju tapi juga Siap Mundur, kalau saya maju semua harus siap konsekwensinya kalau saya mundur siapa yang mau menggantikan", namun sampai akhir rapat tidak ada solusi. Deadline FRS-pun semakin mendekati, perasaan masih tidak karuan, sampai suatu ketika pemuda ini bermimpi bahwa ada 3 hambatan yang menimpanya, yang satu sepertinya sudah dilewati yang kedua mungkin adalah tentang masalah ini. Dan solusinya adalah bahwa ia harus berani apapun resikonya.

Akhirnya pemuda ini memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen Walinya lagi walaupun beliau pernah mengancam sebelumnya. Namun ketika sudah bertemu di ruangannya yang keramat, sungguh sangat diluar dugaan. Beliau tidak menyinggung ancamannya yang dulu. "Satu SKS saja ya", katanya. Pemuda ini pun menyatakan ketidaketujuannya, kemudian Pak Rully berkata "Kalau begitu IP harus Empat", begitulah pada waktu itu, pemuda ini di beri target dan di tekan terus menerus, pemuda ini pun melakukan negoisasi yang tetap saja ditolak, sampai ia berkata "Pak, kalau saya tidak jadi ketua KISI pun saya rasa tidak mungkin bisa IP 4", "APA KAMU BILANG, KAMU MAU MUNDUR DARI KETUA KISI, KAMU SUDAH DATANG KESINI SENDIRIAN BERARTI KAMU SUDAH YAKIN MAJU JADI KETUA, JANGAN MENCLA-MENCLE KAMU, AWAS KALAU KAMU BILANG BEGITU LAGI SAYA PUKUL KAMU", begitulah suatu perkataan yang tidak disangka sebelumnya. Beliau selalu menekankan untuk selalu komitment dengan apa yang ia pegang dan beliau sangat marah jika ada orang yang mencla-mencle tidak punya komitment, tentu saja harus di ikuti dengan tindakan nyata yaitu kerja keras dan bersungguh-sungguh. Bahkan beliau masih sempat berkata "KALAU SAMPAI KISI KACAU BALAU, SAYA GANTUNG KAMU". Begitulah akhirnya si pemuda ini merasa kalah negoisasi dan akhirnya terima apa adanya dan siap menanggung resikonya. Sampai harus pula menandatangani surat diatas materai. Namun akhirnya cerita ini berakhir dengan happy ending.

Begitulah ceritanya, bahwa kita harus berani apapun resikonya, asal yang kita lakukan benar dan dilakukan dengan sungguh-sungguh insya Allah, Allah akan selalu membantu hambannya. Bebuatlah karena hidup adalah perbuatan dan jangan takut Harapan itu masih ada . halah ......

Jumat, 13 Februari 2009

AADC

Selamat hari valentine .. halahhh opo wae kuwi. AADC ini tidak ada hubungannya dengan valentine tapi AADC adalah singkatan dari Ada Apa Dengan Caleg.

Alkisah, cerita ini sebenarnya ada semenjak bulan yang lalu ketika Si Pemuda dari Jombang ini pulang ke kampung halamannya. Seperti biasa ketika ada di Jombang anak yang satu ini tidak pernah meninggalkan hobinya yaitu bersepeda keliling kota Jombang. Hingga suatu ketika ada sesuatu yang menarik perhatiannya yaitu pada salah satu spanduk calon legislatif. Seakan tak percaya "kok koyoke tau kenal yo", sampai akhirnya sampailah ia ke rumah. Bertanyalah si pemuda tadi kepada salah seorang kakaknya "Mas Yusuf, jenenge danang kuwi sopo", "embuh, ngertiku yo danang kuwi" jawabnya. "Areke melu caleg ta", tanya si pemuda tadi langsung to the point. "Iyo, gogik yo dadi caleg sisan nang daerah Mojoagung". weleeh.

Walaupun sering dengar di tipi-tipi bahwa banyak caleg yang asal jadi caleg, tapi yang ini lebih kaget lagi karena tahu persis siapa yang jadi caleg tersebut. Lha wong anaknya pengangguran, walaupun punya ijazah S1 tapi bagaimana kehidupan sehari-harinya? sukanya mabuk-mabukan, cangkrukan ra jelas nang pinggir dalan ngomong wae yo ra teteh, biuhhh paraahhh. Gimana nasib bangsa Indonesia ini kalau calegnya kaya gitu.

Rupanya memang benar isu-isu yang menyatakan bahwa sekarang ini caleg adalah ajang utung mencari duwit, mecari penghasilan daripada nganggur (walaupun saya percaya tidak semua caleg begitu) tapi apa jadinya kalau mereka nanti jadi caleg, walaupun mungkin best case nya cuma satu atau dua persen yang jadi tapi tetap saja nila satitik akan merusak susu sebelanga. Apalagi orang tersebut jadi caleg nomor satu di Partainya. :geleng-geleng:

Bahkan menurut cerita dari kakak si pemuda, orang yang jadi caleg tadi mengaku kalau ia jadi caleg memang untuk cari duwit. Lengkap sudah lah kebobrokan bangsa Indonesaia. ya Allah semoga mereka-mereka yang jadi caleg tidak ikhlas karenamu tidak terpilih jadi caleg, amiin

Kamis, 12 Februari 2009

Penyakit Berbahaya

Berikut nasihat Rasulullah SAW kepada menantunya, Ali r.a dan nasehat lainya. “Wahai ‘Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya. Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu adalah lupa, penyakit ibadah adalah riya’, penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri, penyakit berani adalah menyerang, penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian, penyakit tampan adalah sombong, penyakit bangsawan adalah membanggakan diri, penyakit malu adalah lemah, penyakit mulia adalah menyombongkan diri, penyakit kaya adalah kikir, penyakit royal adalah hidup mewah, dan penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan….

Ketika berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a.
Rasulullah SAW bersabda :
Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu :
rajin beribadah ketika dilihat orang,
malas ketika sendirian dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara.

Wahai ‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah :
“Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang
dikatakannya, ampunilah dosa-2ku yang tersembunyi darinya,
dan janganlah kata-2nya mengakibatkan siksaan bagiku…”

Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata : “Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke majelis-2 dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu…”


copas dari http://erros.blogsome.com/2007/01/08/penyakit-pada-manusia/, Bagaimana ceritanya kenapa saya bisa copas ini, begini ceritanya.

Syahdan, pada suatu pagi yang gelap gulita, seorang pemuda yang kerja di gudang konversi Banjarsari solo, pergi meninggalkan singgasanya memenuhi panggilan ilahi untuk sholat shubuh berjama'ah di masjid terdekat. Seperti biasanya sehabis sholat dan dzikir beberapa menit ada salah seorang yang memberikan kultum. Suatu kebetulan denan izin Allah pemuda tersebut tidak tertidur saat kultum dibacakan, oleh karena itu ceramah yang diberikan cukup terngiang ditelinganya namun tidak sampai Hafal, karena ada suatu kendala yaitu hafalannya yang jelek. Karena di gudang ada internet, maka si pemuda tadi mencarinya di Internet, barangkali ada artikel yang mirip dengan kultum tadi shubuh. Dengan bantuan profesor google akhirnya si pemuda tadi menemukan blog tersebut diatas dan langsung copas di blognya sendiri untuk sekedar mengingat, lek googling lagi mesti males. Begitulah ceritanya

Enak di Kantor atau di Lapangan

Alkisah, pada pertengahan bulan di awal tahun 2009, adalah seorang pemuda dari Jombang yang kerja di kantor Semarang tiba-tiba dipindahkan ke Kota Solo untuk menangani proyek Konversi disana. Disinilah pemuda itu merasakan perubahan sistem kerja dari kerja kantoran menjadi kerja proyek atau bisa di bilang kerja lapangan. halah ...

Singkat cerita seminggu pertama sek semangat, soale pancen areke sing seneng petualangan, cari hal-hal yang baru. Seminggu kedua mutung, kroso rekoso ra ono preine, tapi setelah itu mulai enjoy lagi. Lek di pikir-pikir malah stress engko. Belajar dari teman-teman yang lain, yang namanya kerja lapangan gak usah mikir waktu sing penting kerjone beres. Yen ra ono kerjaan yo turu wae, ngegame ato metu dolen-dolen.

Lumayanlah tambah banyak pengalaman, gak cuma ngendon nang ngarep komputer terus. Aku sering dilokne karo arek-arek lapangan, kok betahe nang ngarep kompi terus. Padahal jare arek-arek lapangan ndelok tembok sak Jam ae wis kroso stress. Akhire yo melu gumbul-gumbul karo arek lapangan, gak bakal stress -lek tambah edan yo mungkin -. Melu sosialisasi nang kalurahan, melu survey nang warga sing durung melu melu-melu distribusi dan edukasi ke warga. Asyik lah.

Ngene-ngene iki aku biyen yo wong lapangan lho, wektune pelajaran nang sekolah malyune ra nang kelas tapi nang lapangan melu bal-balan




end main