Ngomong-ngomong waktu kuliah terlalu banyak hal yang dapat diceritakan, namun yang ini lain dari pada yang lain. Dan akhirnya terpilihlah sebagai Juara 1 hal yang paling berkesan sewaktu si Pemuda yang masih sekota dengan Ponari ini menikmati bangku kuliah. Apakah itu?, begini ceritanya.
Al-kisah suatu ketika si Pemuda ini akan memasuki semester 5 di jurusan Sistem Informasi - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, di dalam Majelis Akbar Kajian Islam Sistem Informasi ia dipilih sebagai ketua umum untuk periode tahun 2006/2007. Tak lama berselang sewaktu masuk waktu pengisian FRS yang merupakan kepanjangan dari Form Rencana Studi, terdengarlah hingar bingar bahwa semua Mahasiswa wali bapak Rully Soelaiman S.Kom M.Kom tidak boleh aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus.
Merasa bahwa termasuk dalam kategori Mahasiswa Wali Pak Rully, jantung pemuda ini berdegup tak karuan. Kemudian si pemuda ini memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen walinya langsung untuk mendapatkan keterangan dari beliau secara langsung. Setelah bertemu betapa teramat jelas keterangan beliau dengan mengatakan "SAYA TIDAK MAU KETEMU KAMU SEBELUM KAMU DATANG DENGAN BERSAMA KETUA KISI YANG BARU", biuhh. Merasa seperti disambar gledek dari suatu perkataan yang tidak bisa ditawar lagi, memang sih ada sedikit rasa malu "apa kata dunia, jadi ketua cuma sebulan saja sebelum ada kegiatan yang berhasil dilaksanakan sama sekali" tapi suatu yang lebih penting adalah "Apa kata dunia kalau KISI mudah diombang-ambingkan".
Berhati-hati untuk tidak bertindak gegabah, minta saran dari mas Priza, Bu I'in sampai pak Ary yang dulu juga mahasiswa walinya Pak Rully, pada intinya semua tidak menyarankan Pemuda ini untuk mundur, sampai juga pada rapat di KISI untuk membahas masalah ini si Pemuda ini hanya bisa bilang "Saya siap Maju tapi juga Siap Mundur, kalau saya maju semua harus siap konsekwensinya kalau saya mundur siapa yang mau menggantikan", namun sampai akhir rapat tidak ada solusi. Deadline FRS-pun semakin mendekati, perasaan masih tidak karuan, sampai suatu ketika pemuda ini bermimpi bahwa ada 3 hambatan yang menimpanya, yang satu sepertinya sudah dilewati yang kedua mungkin adalah tentang masalah ini. Dan solusinya adalah bahwa ia harus berani apapun resikonya.
Akhirnya pemuda ini memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen Walinya lagi walaupun beliau pernah mengancam sebelumnya. Namun ketika sudah bertemu di ruangannya yang keramat, sungguh sangat diluar dugaan. Beliau tidak menyinggung ancamannya yang dulu. "Satu SKS saja ya", katanya. Pemuda ini pun menyatakan ketidaketujuannya, kemudian Pak Rully berkata "Kalau begitu IP harus Empat", begitulah pada waktu itu, pemuda ini di beri target dan di tekan terus menerus, pemuda ini pun melakukan negoisasi yang tetap saja ditolak, sampai ia berkata "Pak, kalau saya tidak jadi ketua KISI pun saya rasa tidak mungkin bisa IP 4", "APA KAMU BILANG, KAMU MAU MUNDUR DARI KETUA KISI, KAMU SUDAH DATANG KESINI SENDIRIAN BERARTI KAMU SUDAH YAKIN MAJU JADI KETUA, JANGAN MENCLA-MENCLE KAMU, AWAS KALAU KAMU BILANG BEGITU LAGI SAYA PUKUL KAMU", begitulah suatu perkataan yang tidak disangka sebelumnya. Beliau selalu menekankan untuk selalu komitment dengan apa yang ia pegang dan beliau sangat marah jika ada orang yang mencla-mencle tidak punya komitment, tentu saja harus di ikuti dengan tindakan nyata yaitu kerja keras dan bersungguh-sungguh. Bahkan beliau masih sempat berkata "KALAU SAMPAI KISI KACAU BALAU, SAYA GANTUNG KAMU". Begitulah akhirnya si pemuda ini merasa kalah negoisasi dan akhirnya terima apa adanya dan siap menanggung resikonya. Sampai harus pula menandatangani surat diatas materai. Namun akhirnya cerita ini berakhir dengan happy ending.
Begitulah ceritanya, bahwa kita harus berani apapun resikonya, asal yang kita lakukan benar dan dilakukan dengan sungguh-sungguh insya Allah, Allah akan selalu membantu hambannya. Bebuatlah karena
hidup adalah perbuatan dan jangan takut
Harapan itu masih ada . halah ......
