Minggu, 30 Agustus 2009

mblarah maning son

Syahdan, pada suatu hari seorang pemuda bernama sulthan achmad memunyai hajat untuk melalukan sebuah perjalanan dari kota bogor ke kota jakarta. Pada hari minggu 30 agustus 2009 pukul 05.00 wib (waktu indonesia bogor) perjalan ini dimulai.

Strat Bogor
Naik sepeda motor dari kos menuju jakarta melewati jalur desa, dari cimahpar-sukaraja-sentul-citereup. Sampai di citerep isi bensin dulu, kemudian melanjutkan perjalanan. Sesampai di jalur persimpangan dengan cibinong ada tulisan hijau di tengah jalan yang menunjukkan kalau belok kiri ke Cibinong, kalau lurus ke Cileungsi-cibubur. Kalau cibinong sih sudah pernah kesana. Penasaran aja coba lewat cibubur ah.


Numpang lewat di Cibubur
Perjalanan dilanjutkan cibubur, awalnya tak kira cibubur itu tempatnya asri masih seperti pedesaan, dulu kenal dengan cibubur dengan bumi pekemahan, jadi persepsinya masih seperti suasana pegunungan lah. Ternyata suasanya panas seperti jakarte. Tapi ada yang menarik waktu lewat disana ada 2 buah perumahan yang namanya kota wisata dan kota wisata legenda.

Wuiih disana bangunannya keren keren. Kebetulan waktu itu hari minggu jadi banyak juga orang yang jalan-jalan disana. Kalau kota wisata banyak bangunan dan taman yang dibuat bergaya eropa, nama nama komplek pun pake nama kota-kota di eropa seperti madrid dll. Kalau kota wisata legenda dibuat seperti kota classik, ada tiruan patung spink di depan pintu masuknya, nama-nama kompleknya pun pake nama tokoh jaman dulu seperti marcopolo, vasco da gama dll.




































































































Kena Pertamax
Puas jalan-jalan di cibubur, perjalanan dilanjutkan ke depok UI, waktu di cibubur sebenarnya aku kesasar sih nggak ngerti jalan selanjutnya. Setelah tanya tanya orang akhirnya nyampe juga di depok. Tapi perjalanan ternyata tidak semulus yang dibayangkan, salah persepsi terhadap omongan orang aku kesasar masuk ke jalan tol, padahal di persimpangan jalan tol sudah ada polisi yang menunggu disana, kena Pertamax deh, pagi pagi terpaksa harus shodaqoh ke polisi.

Istirahat di Depok
Setelah bebas dari polisi, perjalanan lancar jaya tapi masih deg-degan kalo nanti kena polisi lagi. Sampi di depok lewat akses UI, trus duduk duduk sebentar di sana sama adikku sekalian ngambil tiket kereta yang dibelikan adikku. Sampai jam 11 dilanjutkan ke rumah kakakku di kelurahan kukusan, sampai disana istirahat sambil main-main sama keponakan.

Waktu itu kakakku kedatangan tamu yang bekerja di sebuah instansi milik pemerintah, sempat ngobrol ngobrol tentang parahnya tingkat korupsi di instansi pemerintah topik yang tepat karena sebelumnya aku juga cerita pada adikku gimana susahnya ngerjain software kalau clientnya dari pemerintah. Habis ngobrol ngobrol sampe jam setangah satu. Aku tidur dulu menyiapkan untuk siap melanjutkan perjalanan lagi.

Menuju Senayan City
Sehabis sholat ashar, perjalanan dimulai lagi, maunya ke tempatnya noval dulu di pancoran, tapi ternyata waktu itu novalnya langsung mau berangkat ke senanayan city untuk buka puasa bersama para alumni mahasiswa Sistem Informasi ITS yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Waktu keluar depok dan memasuki kota jakarta aku sudah canggung menyusuri jalanan kota jakarta, gimana nggak canggung sudah nggak tahu jalan, banyak rambu-rambu disana nggak bawa sim lagi. Apalagi melihat ramainya kota jakarta. Walau sampai kesasar tapi akhirnya nyampe juga. Dalam perjalanan selalu deg-degan apalagi waktu melihat orang didepanku diceggat sama polisi yang seperti lagi cari mangsa dan di banyak sudut jalan banyak polisi yang berjaga-jaga. Untuk waktu hampir nyampe di senayan city yang amat ramai ada orang mau ke senayan city juga, jadi waktu tanya kalau ke senayan city lewat mana dia bilang suruh ngikut dia saja soalnya dia juga mau lewat sana.

Walau gedung nya sudah ada didepan mata tapi untuk sampai kesana harus-muter muter dulu, biuuh alhamdulillah nggak kesasar lagi.

Akhirnya sampe juga di senayan city, janji ketemuan di foodcourt lantai lima. Seperti biasa ngobrol ngobrol sampai malam baru jam 9 malam pulang.

Kena Keduax

Pulang masih sendirian naik motor, jalan balik masih lupa lagi. So pasti ke keduax, aduhhh. Waktu salah belok aku mundur lagi untuk lurus, celaknya lupa kalo riting masih menyalan ke kanan dan hampir saja ketabrak taksi yang mau ke kanan. Untuk polisinya baik baik, nggak banyak tawar menawar langsung bisa tancap gas lagi. Biuhh benar benar serem naik motor sendirian di Jakarta apalagi tidak tahu jalan, tidak punya SIM dan motor dengan plat S.

Mabit di Pancoran
Malam itu nginap di tempantnya noval dulu, malam itu masih nggak berani langsung pulang, disamping takut ker Ketigax tapi badan masih capek. Akhirnya kuputuskan untuk pulang besok pagi jam 4 habis sahur. Kalau kesiangan takutnya kena ketigax nanti.

Ruju' ke Bogor
Jam 4 pagi perjalanan dimulai lagin dari pancoran menuju depok. Hawanya dingin dingin masuk angin. Khawatir juga nanti kalau pulang jadi sakit. Al Hamdulillah ketika nyampe di Cibinong hawanya lebih bersahabat, walaupun tidak sesegar di Puncak, tapi masih lumayan unntuk penyegaran jasmani. Mampir sebentar sholat subuh di Cibinong, perjalanan dilanjutkan ke kota Bogor.

Sampai di kota Bogor hawanya dingin dingin pingin tidur, apalagi bantal dan guling sudah menunggu untuk ditemani di kos. Nyampe jam 5.30 langsung pasang beker supaya nggak kesingan dan ZzZzzzZzzzzz

Al-Hamdulillah weekend yang melelahkan tapi cukup puasss.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

end main