Pada H-1 Romadhon kemarin banyak mendapat SMS dan YM ucapan selamat menyambut bulan Romadhon, isinya unik-unik dan bagus bagus, tak balas aja dengan kata-kata yang sama : "sama-sama" . tak kutip aja beberapa:
yang ini bahasa arabnya pasti faseh
Kalau ini gaul ala anak IT
yang ini putis banget
yang ini filosofi banget
Tapi ada juga yang membuat ku jadi gemes
kalau dipikir-pikir ajaran islam kok berat sekali ya sebelum bulan Romadhon haru bermaaf-maaf pada Bapak ibu, istri/suami dan orang-orang sekitar. Kalau orangnya lagi sibuk, atau nggak sempat gimana, semisal lagi ada kerjaan di tengah gurun sahara ha ha ha. Tapi seharusnya buka itu alasannya, kalau Allah memerintahkan apapun harus dilakukan, tapi memang hadits tersebut yang salah seharusnya begini hadits yang benar:
Meminta maaf dan saling memaafkan dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan keperluan & masalahnya, dan tidak ada tuntunan syari'at bahwa meminta ma'af atau memaafkan harus dilakukan atau menunggu datangnya bulan Ramadhan
Kalau hadits diatas mempunyai nilai sastra yang luar biasa dan melatih kita untuk berpikir dengan logika yang bagus:
'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu' : Ini menerangkan tentang perintah bersholat pada Nabi yang dapat menolong kita di akhirat nanti dengan syafaat beliau dan juga dalam surat al ahzab 56 disebutkan:"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"
'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah' : artinya karen bulan romadhon adalah bulan yang penuh pengampunan dalam sebuah hadits riwayat bukhari dan muslim"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" maka jika orang sampai tidak diampuni dosanya berarti puasanya yang nggak bener kan.
'Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga' : ada sebuah hadist lain bahwa surga ada ditelapak kaki ibu, dan ayat-ayat qur'an banyak yang menyebutkan jika orang berbuat baik kepada orang tuanya(birrul walidain) maka pahalanya adalah surga. Jadi mumpung orang tua masih ada, saatnya kita berlomba-lomba berbuat baik kepada beliau untuk tabungan di surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar